~Fransisco The Black String~
Fransico De Flupe atau yang biasa dipanggil Frans adalah seorang pemuda tampan yang lahir di keluarga yang kaya namun tak membuat Frans menjadi sombong berbeda dengan kakaknya yang bernama Slentio Le Pruso , yang akan sombong dan tamak akan harta apapun yang dia inginkan haruslah dia dapatkan namun kenyataannya orang tuanya lebih menyayangi Frans daripada Slentio hal itu membuat Slentio iri kepada Frans .
Suatu hari Frans datang ke rumah membawa seorang wanita cantik , Frans memperkenalkan wanita tersebut ke keluarganya dan bilang untuk menjadikan wanita itu pasangan hidupnya saat Slentio mengetahui hal itu dia marah besar sebab wanita yang ingin dijadikan pasangan hidup Frans adalah wanita yang selama ini Slentio sukai namun wanita tersebut menolaknya dan kini dia tau alasan kenapa wanita tersebut menolaknya .
Frans merencanakan pernikahannya sebulan lagi , Frans merasa bahagia sebab dirinya telah mendapatkan wanita yang baik yang telah mengisi kekosongan hatinya selama ini . Satu hari sebelum pernikahan Frans , Slentio mengajak Frans jalan-jalan ke hutan untuk refreshing sebelum hari pernikahan Frans namun ternyata dibalik itu semua Slentio memiliki niat buruk kepada Frans , yaitu menghabisi nyawa Frans agar tidak ada lagi yang mengambil kebahagiaan Slentio .
Awalnya Frans menolak ajakan Slentio karena ada suatu urusan namun karena bujuk rayu dari kakaknya membuat Frans luluh sehingga dia mau menuruti ajakan Slentio , Slentio mengajaknya ke dalam hutan dia berjalan tepat di belakang Frans lalu saat Frans sedang sibuk mengamati pemandangan hutan diam-diam Slentio mengambil sebuah pisau yang dia sembunyikan di sakunya lalu mengarahkan pisau tersebut ke punggung Frans membuat Frans menjerit kesakitan dan jatuh tersungkur , saat Frans membalikkan tubuhnya Slentio langsung menusukkan pisaunya tepat mengenai dada Frans membuat Frans langsung meninggal seketita .
Namun ternyata penderitaan Frans belum selesai , saat Frans sudah meninggal Slentio pun memotong-motong tubuhnya dan membuangnya ke sebuah sumur yang berada di dalam hutan tersebut , kemudian Slentio meninggalkan Frans dengan keadaan yang sangat mengenaskan .
Saat sampai di rumah Slentio berpura-pura menangis dan bilang bahwa Frans pergi meninggalkan keluarganya untuk seorang wanita , hal itu membuat sang wanita sakit hati dan kecewa lalu orang tua Slentio akhirnya memutuskan untuk menikah dengan wanita tersebut untuk menutupi aib yang dilakukan Frans .
Slentio merasa bahagia karena telah mendapat gadis pujaan hatinya dan mendapatkan kembali kasih sayang orang tuanya yang selama ini telah direbut oleh Frans namun kebahagiaan tersebut tak berlangsung lama . Sebulan setelah Slentio menikah ternyata istrinya tersebut hamil namun Slentio mencurigainya dan menuduh bahwa anak yang di dalam kandungan istrinya adalah anak dari hasil hubungan istrinya dengan Frans , hal itu membuat mereka bertengkar hebat dan istrinya memutuskan untuk menginap di rumah orang tuanya .
Malam itu Slentio hanya sendirian ditemani malam yang sunyi sedangkan orang tua Slentio sedang pergi menghadiri pesta di rumah teman ayahnya , saat itu Slentio merasa merinding entah kenapa bulu kuduknya berdiri semua , malam itu benar-benar malam yang sunyi dan mencekam bahkan suara sekecil apapun tak bisa dia dengar , yang dia dengar hanyalah deru nafasnya .
Saat Slentio hendak tidur dia mendengar suara ketukan pintu kamarnya , saat itu keadaan kamarnya gelap gulita karena Slentio tidak pernah menghidupkan lampu saat mau tidur , lalu Slentio menuju ke arah pintu kamarnya dan membukanya namun tak ada seorang pun di rumah itu kemudian dia menutup pintunya dan berjalan menuju ranjangnya saat hendak tertidur dia mendengar suara ketukan lagi , lalu dia segera bangkit dari ranjangnya dan berjalan dengan kesal karena ada orang iseng yang ingin mengacaukan tidurnya , dia membuka pintu dan hendak membuka mulut untuk bicara namun seketika dia terdiam .
Karena yang ada dihadapannya saat ini adalah Frans , orang yang telah dibunuh Slentio , berdiri di depan pintu dengan keadaan tubuh yang penuh jahitan benang hitam dan dia tengah menyeringai dengan menyeramkan , Slentio pun perlahan mundur ketakukan membuat Frans semakin menyeringai , saat Slentio terpojok dia merasa sangat ketakukan dan mencoba mencari alat perlindungan .
Frans semakin mendekat dan dia kini berada tepat di depan Slentio , menatap matanya dalam-dalam seakan ingin mengali semua yang ada dipikiran Slentio . Sesaat keadaan hening sampai akhirnya ...
"Hai kak , senang bertemu denganmu LAGI" ucap Frans penuh penekanan di akhir kalimat .
Namun Slentio tak bisa berkata apa-apa lagi , dia merasa gugup , cemas , khawatir dan semuanya tercampur begitu saja .
"K-kau , ba-bagaimana bisa kau ..." ujar Slentio gugup .
"Ya , ini berkat Papa Slendy yang menemukanku di sumur itu dan menghidupkanku kembali , yang pasti untuk MEMBALASKAN DENDAMKU"
"Jangan macam-macam kau bangsat" ancam Slentio sambil mengacungkan sebilah pisau ke arah Frans .
"Percuma , aku tak akan mati lagi"
Lalu Frans pun mengacungkan jarinya tepat di depan mata Slentio , seuntas benang hitam pun keluar dari setiap ujung jarinya kemudian benang-benang tersebut bergerak cepat menusuk mata Slentio , Slentio pun berteriak kesakitan dan berontak mencoba melepaskan benang-benang tersebut namun malah kedua matanya yang tercabut , Slentio sangat kesakitan dan darah pun mengalir dari lubang matanya yang telah hilang .
"K-kau , ba-bagaimana bisa kau ..." ujar Slentio gugup .
"Ya , ini berkat Papa Slendy yang menemukanku di sumur itu dan menghidupkanku kembali , yang pasti untuk MEMBALASKAN DENDAMKU"
"Jangan macam-macam kau bangsat" ancam Slentio sambil mengacungkan sebilah pisau ke arah Frans .
"Percuma , aku tak akan mati lagi"
Lalu Frans pun mengacungkan jarinya tepat di depan mata Slentio , seuntas benang hitam pun keluar dari setiap ujung jarinya kemudian benang-benang tersebut bergerak cepat menusuk mata Slentio , Slentio pun berteriak kesakitan dan berontak mencoba melepaskan benang-benang tersebut namun malah kedua matanya yang tercabut , Slentio sangat kesakitan dan darah pun mengalir dari lubang matanya yang telah hilang .
Dia mencoba kabur namun benang-benang tersebut telah melilit kakinya membuatnya jatuh tersungkur , dia mencoba merangkak keluar namun ditahan oleh Frans lalu Frans mengambil sebilah pisau dan menusukkannya tepat di dada Slentio membuat Slentio tewas seketika dan Frans pun pergi meninggalkan Slentio dengan keadaan yang mengenaskan .
Malam harinya saat orang tua Slentio pulang mereka melihat rumah mereka dalam keadaan gelap gulita , saat mereka memanggil Slentio pun tak ada sautan dari Slentio kemudian ayah Slentio mencoba membuka pintu rumah dan mencari keberadaan Slentio , tepat saat di depan kamar Slentio ayahnya diam membeku istrinya yang penasaran apa yang ada di dalam pun ikut melihat apa yang ada di kamar Slentio dan tiba-tiba istri berteriak histeris dan pingsan , ya mereka melihat Slentio yang tergeletak di lantai dengan keadaan mata yang hilang dan pisau menancap di dadanya lalu disekitar tubuh Slentio banyak sekali benang-benang hitam .
End.....
Keterangan :
Nama Asli : Fransisco De Flupe
Nama Samaran : Fransisco The Black String
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 23 tahun
Alasan menjadi pembunuh : Balas dendam
Karakteristik : Kejam , sarkastik , dingin dan cuek .
Ciri-ciri : Tubuh penuh jahitan hitam , rambut acak-acakkan , memakai syal abu-abu , memakai jaket putih , celana panjang hitam dan memakai sepatu hitam
Komentar
Posting Komentar