~Sabrina Storm~
"Would you feel the sensation of my self "
Sabrina adalah seorang gadis cantik yang sudah ditinggalkan orang tuanya karena sebuah kecelakaan sejak umur 5 tahun , lalu dia tinggal di rumah paman dan bibinya namun ternyata hidup Sabrina tak seperti anak kecil lainnya , saat tinggal di rumah pamannya Sabrina selalu disiksa dan diperbudak , Sabrina tidak bisa menikmati masa-masa bermainnya .
Saat Sabrina ingin sekolah pun paman dan bibinya tidak mengijinkannya dan menyuruhnya untuk mengurus peternakan pamannya , Sabrina melewati masa-masa suram sampai dia umur 13 tahun . Suatu ketika saat Sabrina tidak sengaja memecahkan piring kesayangan bibinya , bibinya menghukum Sabrina dengan mengurung Sabrina di dalam gudang berhari-hari sampai Sabrina pingsan karena kelaparan , Sabrina sudah tidak tahan dengan perlakuan paman dan bibinya .
Sebulan setelah kejadian itu , saat Sabrina sedang sibuk membersihkan rumah tak sengaja Sabrina menjatuhkan vas bunga milik bibinya dan pamannya yang mengetahui hal itu segera menyeret Sabrina ke sebuah ruangan yang penuh dengan mesin-mesin dan kabel listrik , pamannya pun mengambil sebuah kabel listrik yang masih dialiri listrik dan disentuhkannya ke tubuh Sabrina .
Sabrina pun tersengat aliran listrik yang cukup besar , tubuhnya kejang-kejang sampai akhirnya tidak bergerak lagi dan pamannya pun meninggalkan Sabrina di dalam ruangan tersebut . Pada malam berikutnya Sabrina terbangun dengan rasa sakit di seluruh tubuhnya , Sabrina juga merasakan ada yang aneh pada tubuhnya saat melihat ke dua tangannya , Sabrina melihat aliran listrik dalam tubuhnya .
Kemudian terlintas dipikirannya untuk membunuh paman dan bibinya yang selama ini telah menyiksa dirinya , kemudian dengan gerakan kilat Sabrina telah berada di depan pintu kamar paman dan bibinya lalu perlahan Sabrina membuka pintu kamar sambil tersenyum Sabrina pun memanggil paman dan bibinya .
"Paman Cho dan Bibi Frey bangunlah" panggil Sabrina .
Mereka berdua pun terbangun dan terkejut melihat Sabrina yang kini tengan berdiri di depan mereka sambil mengarahkan tangannya ke arah mereka .
"Ba-bagaimana bisa kamu ? Harusnya kamu sudah meninggal , tidak mungkin kamu hidup kembali" ujar Paman Cho yang sangat terkejut .
"Sungguh menakjubkan bukan , kurasa tuhan masih menginginkan diriku untuk hidup dan membalaskan dendamku" ujar Sabrina sambil menyeringai lalu mulai menyalurkan listrik ke tangannya .
"A-apa yang kamu lakukan Sabrina ?" tanya Bibi Frey yang terlihat ketakutan .
Sabrina pun tertawa melihat reaksi kedua orang yang telah menyiksanya .
"Ini adalah balasan untuk kalian karena telah menyiksaku selama ini , rasakan ini" ujar Sabrina sambil menyalurkan listrik ke tubuh paman dan bibinya .
"Tidaakkkkkk......" teriak keduanya .
Lalu listrik pun menyambar tubuh paman dan bibinya , mereka berdua berteriak kesakitan sama seperti yang Sabrina rasakan dulu saat dirinya disiksa , Sabrina belum merasa puas lalu akhirnya menambah daya listrik yang di hantarkan sampai paman dan bibinya tergeletak tidak bernyawa lagi , Sabrina pun melepaskan aliran listriknya .
Kemudian Sabrina menuju kamarnya untuk berganti pakaian , dia memakai hoddie hitam dengan jeans abu-abu , memakai sarung tangan hitam dan sepatu berwarna putih , tak lupa dia membawa 2 buah belati perak yang dia simpan selama ini , belati peninggalan dari ayahnya dan kini dia gunakan untuk membunuh orang-orang yang suka menyiksa anak kecil .
Sabrina pun langsung berlari menuju hutan dan tidak ada yang bisa memenukan dirinya , sampai saat ini dirinya masih berkeliaran di luar sana menanti mangsanya dan berhati-hatilah siapa tau kini dirinya tengah mengawasimu atau malah berdiri di belakangmu yang siap membunuhmu dengan belati yang telah di aliri listriknya .
End.....
Keterangan :
Nama Asli : Sabrina Dyla Molluen
Nama Samaran : Sabrina Storm
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 13 tahun
Alasan menjadi pembunuh : Karena selalu disiksa
Karakter : Baik dan ramah terhadap anak-anak , bersikap kejam terhadap orang yang suka menyiksa anak kecil .
Ciri-ciri : memakai hoddie hitam , sarung tangan hitam , jeans abu-abu , sepatu putih dan 2 belati perak .
lanjutkh
BalasHapus